Rabu, 30 November 2016

Paket umroh 2017 murah

Paket umroh 2017 murah



Tata Cara Pelaksanaan Umrah

Pertama:

Jika seseorang akan melaksanakan umrah, dianjurkan untuk mempersiapkan diri sebelum berihram dengan mandi sebagaimana seorang yang mandi junub, memakai wangi-wangian yang terbaik jika ada dan memakai pakaian ihram.

Kedua:

Pakaian ihram bagi laki-laki berupa dua lembar kain ihran yang berfungsi sebagai sarung dan penutup pundak. Adapun bagi wanita, ia memakai pakaian yang telah disyari’atkan yang menutupi seluruh tubuhnya. Namun tidak dibenarkan memakai cadar/ niqab (penutup wajahnya) dan tidak dibolehkan memakai sarung tangan.

Ketiga:

Berihram dari miqat untuk dengan mengucapkan:

لَبَّيْكَ عُمْرَةً

“labbaik ‘umroh” (aku memenuhi panggilan-Mu untuk menunaikan ibadah umrah).

Keempat:

Jika khawatir tidak dapat menyelesaikan umrah karena sakit atau adanya penghalang lain, maka dibolehkan mengucapkan persyaratan setelah mengucapkan kalimat di atas dengan mengatakan,

اللَّهُمَّ مَحِلِّي حَيْثُ حَبَسْتَنِي

“Allahumma mahilli haitsu habastani” (Ya Allah, tempat tahallul di mana saja Engkau menahanku).

Dengan mengucapkan persyaratan ini—baik dalam umrah maupun ketika haji–, jika seseorang terhalang untuk menyempurnakan manasiknya, maka dia diperbolehkan bertahallalul dan tidak wajib membayar dam (menyembelih seekor kambing).

Kelima:

Tidak ada alat khusus untuk berihram, namun jika bertepatan dengan waktu shalat wajib, maka shalatlah lalu berihram setelah shalat.

Keenam:

Setelah mengucapkan “talbiah umrah” (pada poin ketiga), dilanjutkan dengan membaca dan memperbanyak talbiah berikut ini, sambil mengeraskan suara bagi laki-laki dan lirih bagi perempuan hingga tiba di Makkah:

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَك لَبَّيْكَ ، إنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَك وَالْمُلْكَ لَا شَرِيكَ لَك

“Labbaik Allahumma labbaik. Labbaik laa syariika laka labbaik. Innalhamda wan ni’mata, laka wal mulk, laa syariika lak”. (Aku menjawab panggilan-Mu ya Allah, aku menjawab panggilan-Mu, aku menjawab panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu,  aku menjawab panggilan-Mu. Sesungguhnya segala pujian, kenikmatan dan kekuasaan hanya milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu).

Ketujuh:

Jika memungkinkan, seseorang dianjurkan untuk mandi sebelum masuk kota Makkah.

Kedelapan:

Masuk Masjidil Haram dengan mendahulukan kaki kanan sambil membaca doa masuk masjid:

اللَّهُمَّ افْتَحْ لِى أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ.

“Allahummaf-tahlii abwaaba rohmatik” (Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu).[1]

Kesembilan:

Menuju ke Hajar Aswad, lalu menghadapnya sambil membaca “Allahu akbar” atau “Bismillah Allahu akbar” lalu mengusapnya dengan tangan kanan dan menciumnya. Jika tidak memungkinkan untuk menciumnya, maka cukup dengan mengusapnya, lalu mencium tangan yang mengusap hajar Aswad. Jika tidak memungkinkan untuk mengusapnya, maka cukup dengan memberi isyarat kepadanya dengan tangan, namun tidak mencium tangan yang memberi isyarat. Ini dilakukan pada setiap putaran thawaf.

Kesepuluh:

Kemudian, memulai thawaf umrah 7 putaran, dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir di Hajar Aswad pula. Dan disunnahkan berlari-lari kecil pada 3 putaran pertama dan berjalan biasa pada 4 putaran terakhir.

Kesebelas:

Disunnahkan pula mengusap Rukun Yamani pada setiap putaran thawaf. Namun tidak dianjurkan mencium rukun Yamani. Dan apabila tidak memungkinkan untuk mengusapnya, maka tidak perlu memberi isyarat dengan tangan.

Keduabelas:

Ketika berada di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, disunnahkan membaca,

رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Robbana aatina fid dunya hasanah, wa fil aakhiroti hasanah wa qina ‘adzaban naar” (Ya Rabb kami, karuniakanlah pada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta selamatkanlah kami dari siksa neraka). (QS. Al Baqarah: 201)

Ketigabelas:

Tidak ada dzikir atau bacaan tertentu pada waktu thawaf, selain yang disebutkan pada no. 12. Dan seseorang yang thawaf boleh membaca Al Qur’an atau do’a dan dzikir yang ia suka.

Keempatbelas:

Setelah thawaf, menutup kedua pundaknya, lalu menuju ke makam Ibrahim sambil membaca,

وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى

“Wattakhodzu mim maqoomi ibroohiima musholla” (Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat) (QS. Al Baqarah: 125).

Kelimabelas:

Shalat sunnah thawaf dua raka’at di belakang Maqam Ibrahim[2], pada rakaat pertama setelah membaca surat Al Fatihah, membaca surat Al Kaafirun dan pada raka’at kedua setelah membaca Al Fatihah, membaca surat Al Ikhlas.[3]

Keenambelas:

Setelah shalat disunnahkan minum air zam-zam dan menyirami kepada dengannya.

Ketujuhbelas:

Kembali ke Hajar Aswad, bertakbir, lalu mengusap dan menciumnya jika hal itu memungkinkan atau mengusapnya atau memberi isyarat kepadanya.



SA’I UMRAH

Kedelapanbelas:

Kemudian, menuju ke Bukit Shafa untuk melaksanakan sa’i umrah dan jika telah mendekati Shafa, membaca,

إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ

“Innash shafaa wal marwata min sya’airillah”  (Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah) (QS. Al Baqarah: 158).

Lalu mengucapan,

نَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللَّهُ بِهِ

“Nabda-u bimaa bada-allah bih”.

Kesembilanbelas:

Menaiki bukit Shafa, lalu menghadap ke arah Ka’bah hingga melihatnya—jika hal itu memungkinkan—, kemudian membaca:

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ  (3x)

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ

“Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar. (3x)

Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah segala kerajaan dan segala pujian untuk-Nya. Dia yang menghidupkan dan yang mematikan. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.

Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah semata. Dialah yang telah melaksanakan janji-Nya, menolong hamba-Nya dan mengalahkan tentara sekutu dengan sendirian.”[4]

Keduapuluh:

Bacaan ini diulang tiga kali dan berdoa di antara pengulangan-pengulangan itu dengan do’a apa saja yang dikehendaki.

Keduapuluhsatu:

Lalu turun dari Shafa dan berjalan menuju ke Marwah.

Keduapuluhdua:

Disunnahkan berlari-lari kecil dengan cepat dan sungguh-sungguh di antara dua tanda lampu hijau yang beada di Mas’a (tempat sa’i) bagi laki-laki, lalu berjalan biasa menuju Marwah dan menaikinya.

Keduapuluhtiga:

Setibanya di Marwah, kerjakanlah apa-apa yang dikerjakan di Shafa, yaitu menghadap kiblat, bertakbir, membaca dzikir pada no. 19 dan berdo’a dengan do’a apa saja yang dikehendaki, perjalanan (dari Shafa ke Marwah) dihitung satu putaran.

Keduapuluhempat:

Kemudian turunlah, lalu menuju ke Shafa dengan berjalan di tempat yang ditentukan untuk berjalan dan berlari bagi laki-laki di tempat yang ditentukan untuk berlari, lalu naik ke Shafa dan lakukan seperti semula, dengan demikian terhitung dua putaran.

Keduapuluhlima:

Lakukanlah hal ini sampai tujuh kali dengan berakhir di Marwah.

Keduapuluhenam:

Ketika sa’i, tidak ada dzikir-dzikir tertentu, maka boleh berdzikir, berdo’a, atau membaca bacaan-bacaan yang dikehendaki.

Keduapuluhtujuh:

Jika membaca do’a ini:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ الأَعَزُّ الأَكْرَمُ

“Allahummaghfirli warham wa antal a’azzul akrom” (Ya Rabbku, ampuni dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa dan Maha Pemurah), tidaklah mengapa  karena telah diriwayatkan dari ‘Abdullah bin Mas’ud dan ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya mereka membacanya ketika sa’i.

Keduapuluhdelapan:

Setelah sa’i, maka bertahallul dengan memendekkan seluruh rambut kepala atau mencukur gundul, dan yang mencukur gundul itulah yang lebih afdhal. Adapun bagi wanita, cukup dengan memotong rambutnya sepanjang satu ruas jari.

Keduapuluhsembilan:

Setelah memotong atau mencukur rambut, maka berakhirlah ibadah umrah dan Anda telah dibolehkan untuk mengerjakan hal-hal yang tadinya dilarang ketika dalam keadaan ihram.



Demikianlah ringkasan amalan umrah yang merupakan faedah dari Buku “Petunjuk Praktis Manasik Haji dan Umrah”, penulis Abu Abdillah, terbitan Darul Falah.



Preparing one day before umroh, 4 Dzulqo’dah 1431 H, in King Saud University, Riyadh, KSA

Muhammad Abduh Tuasikal

www.rumaysho.com

Paket umroh 2017 murah

Paket umroh 2017 jakarta

Paket umroh 2017 jakarta




Syarat dan Rukun Umroh – Sebelum melaksanakan umroh ke tanah suci makkah sebaiknya anda mengetahui syarat dan rukun umroh tersebut.
Syarat Umroh adalah suatu yang harus dipenuhi sebelum mengerjakan sesuatu ibadah umroh. Kalau syarat-syaratnya kurang sempurna maka ibadah umroh tersebut itu tidak sah.
Sementara Rukun umroh ialah sesuatu yang harus dikerjakan dalam melakukan suatu pekerjaan. Jadi, rukun berarti sebagai bagian yang pokok. Contohnya membaca Al-Fatihah dalam mendirikan sholat merupakan salah satu rukun (bagian yang pokok). Lebih jelasnya sholat tanpa membaca Al-Fatihah berarti tidak sah.
Nah berikut kita akan membahas tentang syarat dan rukun umroh
Syarat  Umroh
1. Muslim
Melaksanakan ibadah umroh hanya boleh dilakukan oleh umat penganut agama Islam, jika agama selain islam maka haram banginya melaksanakan ibadah umroh.
2. Berakal
Untuk melaksanakan sebuah ibadah tentunya orang tersebut harus berakal. Jika tidak berakal maka tidak ada tugas atasnya untuk melaksanakan ibadah umroh.
3. Baligh
Baliq atau dewasa bagi laki-laki salah satunya ditandai dengan mimpi basah sementara perempuan ditandai dengan menstruasi.
4. Mampu
Mampu dalam arti mampu biaya dan mampu dalam kedaan fisik atau kesehatan, terdapat kendaraan yang siap mengantar umroh dan juga keamanan dalam ari keselamatan jiwa.
Rukun Umroh:
1. Ihram
Bagi kaum muslim yg hendak menunaikan ibadah haji atau umroh di Tanah suci Mekah wajib menggunakan pakaian ihram. Pakaian ihram berbeda dengan pakaian yang seperti biasanya, pakaian ihram yaitu kain putih tanpa jahitan yang hanya dililitkan di tubuh dan kadang disebut juga dengan pakaian suci.
Larangan saat melaksanakan ihram
a. Tidak diperbolehkan memotong dan mencabut sebagian atau keselruhan rambut, tidak boleh memotong kuku, tidak boleh menggaruk kulit sampai terkelupas dan mengeluarkan darah.
b. Tidak diperbolehkan mengenakan parfum, termasuk parfum yang terdapat pada sabun mandi.
c. Tidak diperbolehkan membikin gaduh, seperti bertengkar.
d. Tidak diperbolehkan bermesraan meskipun dalam ikatan yang resmi.
e. Tidak diperbolehkan bersetubuh antar pasangan resmi.
f. Tidak diperbolehkan berkata-kata kotor.
g. Tidak diperbolehkan melakukan pernikahan.
h. Tidak diperbolehkan berburu binatang atau membantu berburu binatang liar.
i. Tidak diperbolehkan membunuh binatang liar atau pun binatang pelliharaan (kecuali mengancam jiwa), memotong atau mencabut tumbuh-tumbuhan yang masih hidup dan segala hal yang mengganggu kehidupan mahluk.
j. Tidak diperbolehkan memakai make-up.
k. Pria tidak diperbolehkan  : memakai penutup kepala (topi, sorban,dsb), memakai pakaian yang terdapat jahitannya dan tidak boleh memakai alas kaki yang menutup mata kaki.
l. Wanita tidak diperbolehkan : menutup wajah dan tidak boleh menutup telapak tangan mengenakan apa pun.
2. Tawaf (Mengitari Ka’bah sebanyak 7 putaran).
3. Sai (berlarian kecil Shafa – Marwah sebanyak tujuh kali ).
4. Tahallul (mencukur rambut kepala atau memotong sebagian).
5. Tertib.
Wajib Umrah adalah hanya Ihram dari miqat
1. Sebelum berangakat menaiki pesawat, mandi telebih dahulu kemudian mengenakan wangi-wangian.
2. Bagi pria memakai kain ihram yang sudah ditentukan, dua helai kain yang tidak dijahit mengurung, satu helai kain untuk pengganti celana, yang sehelai lagi untuk selendang. Bagi perempuan pakaian ihramnya biasa saja.
3. Menjelang tiba di miqat (Qarnulmanazil), lakukan shalat sunnah dua rakaat (sunat at au wajib).
4. Tepat di Qarnulmanazil (miqat), kurang lebih 25 menit sebelum pesawat mendarat di Lapangan Terbang King Abdul Aziz Jeddah, kita mulai berihram, dengan niat umroh yang ikhlas dan tulus tanpa ada paksaan serta mengucapkan talbiyah
Paket umroh 2017 jakarta
 

Paket umroh 2017 jakarta

Paket umroh 2017 jakarta



 Persiapan Untuk Umroh
Advertisement
Sebelum berangkat Umroh tentu kita harus membuat persiapan untuk umroh supaya ibadah yang kita kerjakan nanti di tanah suci bisa maksimal. Ada beberapa tips persiapan untuk umroh yang akan dibahas dalam artikel ini meliputi:
I. Persiapan ruhani
1.Kita harus meluruskan niat semata-mata beribadah karena menyambut seruan Alloh taala. Niat akan menentukan amal yang akan dikerjakan, dengan lurusnya niat semoga akan membantu dalam mengerjakan umroh yang kita kerjakan dengan sempurna.
2. Bertaubat atas semua kesalahan yang pernah dikerjakan. Kita tentu saja sulit mengingat-ingat hal yang sudah dilakukan d masa lalu apakah menyakiti orang atau tidak Oleh karena itu lebih baik bila sebelum berangkat umroh kita memnita maaf terutama kepada ayah, ibu, keluarga dan tetangga dekat.
3. Belajar mengetahui hukum-hukum agama seputar ibadah umroh misalnya hal yang dilarang selama umroh termasuk juga hal yang berkaitan dengan itu misalnya sholat dalam perjalanan, cara tayamum, waktu-waktu sholat, cara mengerjakan sholat sunah dan adab pergaulan sesama muslim.

4. Melunasi hutang, mengembalikan barang titipan termasuk juga mencari sumber dana yang halal yang akan digunakan untuk biaya umroh. Termasuk juga biaya untuk keluarga yang kita tinggalkan yang menjadi tanggungan kita.
5. Menjaga amalan baik yang wajib dan sunah, supaya nanti kita juga terbiasa menjaga amalan selama di tanah suci karena salah satu indikasi umroh yang mabrur adalah tidak tertinggal dalam hal yang wajib maupun yang sunah.
II. Persiapan Fisik
Ibadah umroh termasuk ibadah yang tidak ringan terutama bagi orang yang lanjut usia. Sebagaimana diketahui kebanyakan jamaah haji dan umroh adalah orang-orang dengan usia 60 tahun ke atas. Hanya sebagian kecil yang berusia 50 tahun ke bawah. Oleh karena ada beberapa persiapan yang dilakukan berkenaan dengan persiapan fisik:
1. Lari-lari kecil, jalan kaki atau melakukan aktifitas olahraga  lainnya setiap pagi untuk melatih kebugaran badan.
2. Membiasakan minum multivitamin untuk menjaga daya tahan tubuh. Biasanya tubuh membutuhkan multivitamin untuk menjaga tetap bugar dan sehat selama melakukan aktifitas yangmembutuhkan energi yang banyak.
3. Terutama bagi kalangan muda usia 50 tahun ke bawah yang tentu mempunyai fisik yang lebih baik daripada yang usia lanjut , ada baiknya juga untuk membantu teman-teman yang telah lanjut usia dalam beribadah umroh. Banyak diantara jamaah yang selain sudah lanjut usia juga memiliki keterbatasan pengetahuan misalnya tidak bisa menggunakan lift dll. Semoga dengan membantu mereka akan membantu kesempurnaan ibadah umroh kita.
4. Bila perlu bisa konsulltasi ke dokter untuk mendapatkan arahan kesehatan yang lebih sesuai untuk kondisi kita, termasuk obat-obatan yang perlu dibawa ke tanah suci
 Paket umroh 2017 jakarta